Tim

6 Tips Membangun Tim Startup yang Tepat

Konekzian sudah merasa memiliki sikap founder startup? Bahkan sudah punya ide startup unik? Masalahnya, membangun startup tidak sebatas mampu menjadi founder maupun memiliki ide yang beda dari lainnya. Konekzian perlu membangun tim startup yang tepat agar semuanya tidak kamu lakukan dan hadapi seorang diri.

Agar startup-mu bisa berkembang dengan baik, dari awal, tim yang Konekzian bangun sudah harus tepat. Supaya tidak salah pilih, Konekzian bisa perhatikan apa saja tips membangun tim startup yang tepat sebagai berikut.

1. Memilih CoFounder

membangun tim startup
© unsplash

Paling awal dan utama, kamu sebaiknya temukan cofounder yang tepat dan bangun startup bersama. Cofounder berbeda dari rekan kerja biasa, karena segala keputusan yang berhubungan dengan startup akan kamu bagi dengan mereka. Kerjasama dengan cofounder artinya juga kamu siap berbagi risiko, penghargaan, dan masa depan startup-mu dengan mereka.

2. Membagi Tugas dengan CoFounder

cofounder startup
© unsplash

Ketika kamu sudah menemukan cofounder yang tepat, buat keputusan bersama dengannya tentang pembagian tugas di startup. Peran masing-masing cofounder harus jelas. Selanjutnya, kamu dan cofounder bisa diskusikan mengenai posisi apa saja yang startup-mu perlukan.

3. Memilih Anggota Tim

memilih tim startup
© unsplash

Sudah punya cofounder yang terpercaya dan sudah menentukan posisi apa saja yang startup-mu butuhkan? Sekarang waktunya kamu dan cofounder memilih siapa saja yang mumpuni untuk bergabung di startup-mu. Menurut Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business di Telkom, ada 4 kriteria utama yang kamu perlu perhatikan dalam memilih anggota tim startup, yaitu:

  • Competency: Orang yang kamu rekrut perlu memiliki kemampuan di bidang startup-mu. Kamu bisa tahu seberapa kompeten kandidat tim-mu dengan melakukan wawancara dan mendiskusikan masalah nyata yang umumnya perusahaan startup alami.
  • Character: Orang yang kamu rekrut perlu memiliki beberapa karakter penting, seperti mampu bekerja dalam tim, mempunyai integritas, dan mampu melayani pelanggan dengan baik.
  • Culture: Orang yang kamu rekrut sebaiknya sejalan dengan budaya serta cara kerja startup yang kamu dan cofoundermu sudah tentukan.
  • Chemistry: Orang yang kamu rekrut sebaiknya memiliki kecocokan dengan anggota-anggota lain yang akan menjadi satu tim dengannya.

Terkait poin ke-2, menurut Neil Patel, founder dari Ubersuggest, memilih orang-orang yang paham arti pentingnya pelanggan adalah langkah krusial dalam membangun tim startup. Kamu dan cofounder perlu memastikan bahwa di setiap departemen startup-mu memiliki anggota yang mengutamakan pelanggan. Startup akan berkembang secara signifikan apabila setiap anggota tim-mu mempunyai sikap yang baik dalam melayani pelanggan.

4. Menghindari Kepribadian, Cara Pikir, dan Cara Kerja Yang Sama

menjaga kekompakan tim
© unsplash

Memilih anggota tim dengan keseragaman kepribadian, cara pikir dan cara kerja yang sama hanya akan menghambat perkembangan startup-mu. Saat membangun tim startup, persamaan pada ketiga poin tersebut berisiko menghalangi kreativitas dan kemajuan startup.

5. Melakukan Penilaian Pasca Perekrutan

tim startup yang solid
© unsplash

Anggota tim sudah tetap? Saatnya bagi kamu untuk mengadakan pelatihan, promosi dan pengembangan karir yang bisa kamu jadikan sebagai insentif bagi para anggota tim. Pada tahap ini, kamu dan cofounder bisa menilai kinerja setiap tim di startup-mu dan kamu bisa memutuskan apakah akan mempertahankan mereka atau tidak.

6. Menjaga Komunikasi dan Kekompakan

tim startup yang solid
© unsplash

Salah satu cara agar kamu bisa membangun tim startup yang solid adalah dengan menjaga komunikasi tetap intens dengan anggota-anggota tim-mu. Ada banyak cara di zaman sekarang untuk berkomunikasi dengan mudah di saat kamu maupun anggota tim-mu sedang berada di tempat yang jauh. Lakukan panggilan konferensi melalui aplikasi-aplikasi video yang kini tengah banyak digunakan. Ketika komunikasi berjalan dengan baik, kekompakan pun bisa kamu jaga bersama anggota tim.

Setelah berhasil membangun tim startup yang tepat, Konekzian juga perlu terapkan cara meningkatkan produktivitas tim supaya bisnis startup-mu melaju pesat. Pelajari lebih banyak hal baru dalam membangun startup lewat aplikasi Konekzy yang bisa kamu unduh secara gratis di Google Play Store & App Store. Tetap semangat membangun startup!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *