Operasional

3 Alasan Kamu Harus Membuat Surat Perjanjian Founder Untuk Startup

Kamu sudah bertemu dengan cofounder yang sehati, sevisi, dan seperjuangan. Startup kalian pun sudah berjalan mulus dan siap meroket terbang. Eitsss, tunggu dulu! Sudah buat surat perjanjian founder?

Surat perjanjian founder atau founder’s agreement adalah dokumen tertulis yang dibuat antara founder sebagai pemegang saham. Dokumen ini akan mengatur tentang pembagian dan pengalihan saham, peran, hak kekayaan intelektual, dan tanggung jawab tiap founder, rencana bisnis, modal yang akan diinvestasikan, dll. Kapan kamu harus membuatnya? Secepatnya. Karena akan berpengaruh pada operasional startup, apalagi jika startupmu sudah siap untuk menerima pendanaan. Dokumen ini pun harus diperbaharui secara berkala.

Baca juga: hak kekayaan intelektual startup

Apa sih pentingnya bikin surat perjanjian founder?

1. Melindungi hubungan antar founder

surat perjanjian founder
sumber gambar: unsplash.com

Pernah dengar nasihat-nasihat seperti ini, “Bisnis bisa mengubah teman jadi musuh” atau “Jangan pernah berbisnis dengan teman atau keluarga sendiri” dan nasihat-nasihat serupa? Yap, kasus-kasus perselisihan antar founder sudah bukan rahasia umum lagi, ya. Hubungan yang sudah terjalin baik akan terlindungi dengan adanya batas-batas yang jelas lewat surat perjanjian.

2. Meminimalisasi resiko perselisihan di masa depan

surat perjanjian kerjasama
sumber gambar: pexels.com

Makin besar suatu usaha, makin besar pula resiko yang muncul. Menurut data dari CB Insight, perselisihan antar tim & investor startup menyumbang 13% dari alasan startup gagal. Walaupun tidak diwajibkan secara hukum, tapi alangkah baiknya jika kamu membuatnya untuk mengurangi resiko gagal.

Baca juga: 5 cara untuk rekrut tim startup dan mendapatkan the dream team

3. Menyatukan visi dan pemahaman

surat perjanjian kerjasama startup
sumber gambar: pixabay.com

Salah persepsi akibat kurang komunikasi tentu akan merusak budaya startup yang sudah dibangun. Surat legal yang tertulis tentunya akan mengurangi persepsi-persepsi seperti, “Kenapa dia dapat saham lebih banyak padahal bekerja lebih sedikit?” atau “Kenapa cofounderku tidak memberikan kontribusi sama sekali?” dan lain sebagainya. Kamu juga dapat menyatukan visi sehingga timmu pun akan lebih solid.

Nah, sudah siap membuat surat perjanjian founder? Kamu bisa mendapatkan ilmu startup lebih lengkap di aplikasi Konekzy yang bisa kamu unduh secara gratis di Google Play Store & App Store.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *