Pendanaan

3 Sumber Pendanaan Startup: Sebaiknya Pilih Yang Mana?

Ide saja tidak cukup, kamu butuh modal!

Pendanaan atau funding selalu jadi topik yang menarik untuk dibahas di kalangan pelaku startup. Selain banyak dicari, ada beragam pendapat tentang funding. Ada pelaku startup yang lebih nyaman melakukan bootstrapping (modal sendiri), ada juga yang mencari investor terlebih dulu sebelum mulai bikin startup. Terlepas dari pendapat pribadi Konekzian tentang pendanaan, kita harus tahu pro dan kontra tiap sumber pendanaan startup. Berikut ini Konekzy bagikan sumber pendanaan startup beserta penjelasannya.

Bootstrapping

sumber pendanaan startup
© pixabay.com

Jika Konekzian baru terjun ke dunia startup, tentunya kamu tidak bisa langsung berharap akan mendapatkan pendanaan dari investor (walaupun kesempatan itu pastinya selalu ada). Mulailah dengan bootstrapping, yaitu modal mandiri yang diusahakan oleh founder. Sumber bootstrapping dapat berasal dari:

  • Tabungan pribadi
  • Gaji bulanan yang dikhususkan untuk modal startup (jika kamu adalah part time founder)
  • Sweat equity: menukar hasil kerja atau waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan startup dengan equity, biasanya dilakukan oleh founder dan tim awal startup
  • Dana hibah, hadiah menang perlombaan, donasi
  • Customer capital: hasil penjualan produk/jasa startup dari konsumen

Melakukan bootstrapping memang terkesan berat diawal, tapi startupmu akan terlihat lebih menarik di mata investor di masa yang akan datang. Selain itu, kamu juga tidak perlu bergantung penuh pada investor. Ada beberapa startup yang sudah mendapatkan customer capital dan lebih nyaman melakukan bootstrapping. Tapi ada juga startup yang mengandalkan sumber pendanaan lainnya. Ada juga produk yang tidak bisa mengandalkan boostrapping diawal pendirian startup karena membutuhkan dana yang sangat besar untuk pengembangan produknya, contohnya: jet.

Baca juga: 5 Cara Untuk Rekrut Tim Startup dan Mendapatkan The Dream Team!

Debt

pendanaan startup indonesia
© pexels.com

Berbeda dengan equity (pendanaan biasanya dari investor), sumber pendanaan debt (hutang) biasanya tidak memberikan equity (saham) pada pemberi pinjaman. Founder berkewajiban untuk mengembalikan modal sesuai dengan jangka waktu beserta bunga yang sudah disepakati. Berikut ini beberapa sumbernya.

  • Pinjaman modal dari keluarga dan teman
  • Pinjaman modal dari bank atau lembaga keuangan lainnya (credit card, kredit usaha, dll)
  • Debt crowfunding/crowdlending/P2P (Peer to Peer) Lending

Baca juga: 6 Bisnis Model Startup Paling Populer

Equity

investor startup
© unsplash.com

Pendanaan dari investor nantinya akan ditukarkan dengan equity (saham) atau kepemilikan perusahaan. Pastikan saat Konekzian memutuskan untuk mendapatkan pendanaan dari investor, startupmu sudah memiliki traction (traksi). Traction pada dasarnya adalah konsumen yang menggunakan produkmu berkali-kali (tidak hanya satu kali saja) yang dapat diukur. Investor pun ada bermacam-macam, mulai dari Angel Investor, Venture Capital, Private Equity, Corporate, yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Lalu, sebaiknya pakai sumber pendanaan yang mana? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan dan keadaanmu sendiri sebagai founder. Sumber pendanaan pun bisa merupakan strategi kombinasi dari 3 sumber pendanaan ini. Kemampuan untuk melihat timing yang pas dengan sumber pendanaan yang tepat pun sangat penting untuk dimiliki seorang founder.

Kamu sudah punya ide startup di masa resesi ini? Mau belajar lebih dalam tentang startup? Download gratis aplikasi Konekzy di Google Play Store dan Appstore. Dapatkan akses ke ilmu startup dari nol dengan beragam media seperti artikel, playbook, video, dan podcast. Tetap semangat membangun startupmu!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *