Strategi Bisnis

Strategi Pivot Startup Pariwisata Hadapi Pandemi

Pandemi yang sedang berlangsung dan belum terlihat ujungnya benar-benar membuat resah para pelaku startup. Bagaimana tidak, banyak sektor yang terkena dampak dan harus berjuang mempertahankan bisnis masing-masing. Dikutip dari buku The 30 Predictions, Consumer Behavior New Normal After Covid-19 dari Inventure Knowledge, berikut ini sektor-sektor yang merasakan dampak dari pandemi.

new normal

Sektor pariwisata adalah salah satu yang paling merasakan dampak pandemi. Bahkan 31 Mei yang lalu, Airy Indonesia yang terbilang sudah memilki jaringan pengguna yang luas pun resmi menutup layanannya. Menurut CEO Airy Rooms Indonesia Louis Alfonso Kodoatie keputusan tersebut terpaksa diambil mempertimbangkan kondisi pasar akibat pandemi Covid-19 dan tantangan ekonomi yang besar. Lalu bagaimana para pemain startup pariwisata bisa bertahan? Berikut ini beberapa strategi pivot startup pariwisata dalam menghadapi pandemi.

1. Klook

strategi pivot bisnis
Sumber: klook.com/id/

Unicorn asal Hongkong ini mengeluarkan layanan Klook Home yang menyediakan beragam jasa yang bisa diakses dari rumah, seperti jasa perawatan rambut dan beragam kelas online. Di Indonesia, Klook bermitra dengan kelas.com.

2. AirBnB

pivot bisnis startup
Sumber: airbnb.com

Pemain global AirBnB ditengah pandemi harus merumahkan 1900 orang atau 25% karyawannya. Strategi mereka menghadapi pandemi adalah dengan mengadakan aktivitas online dengan pakar kelas dunia, seperti memasak Taco Mexico, meditasi bersama domba-domba di Inggris, dll.

3. Travalal dan Atourin

pivot startup pariwisata
Sumber: travalal.com

Travalal digital agen umrah dan tur religi membuat Virtual Reality Tourism, yaitu program tur yang dikemas secara online, memanfaatkan teknologi video 360° dan live tour menggunakan aplikasi video conference. Atourin juga menawarkan layanan yang hampir sama yaitu tur virtual di berbagai objek wisata di Indonesia dengan tarif terjangkau lengkap dengan pemandu wisatanya.

pariwisata indonesia new normal
Sumber: atourin.com

4. Guest Box

pivot startup bisnis
Sumber: guestbox.co

Dari B2B ke B2C, itulah strategi pivot Guest Box yang awalnya menyediakan luxury gifts untuk hotel-hotel bintang lima. Di masa pandemi ini, mereka menawarkan jasanya langsung kepada konsumen dan juga menjual alat-alat kesehatan seperti masker kain dan hand sanitizers.

5. Bobobox

pivot bisnis
Sumber: bobobox.co.id

Startup penyedia layanan hotel kapsul, Bobobox menyasar penduduk lokal sebagai customer untuk menunjang kebutuhan work-from-home sambil tetap menerapkan langkah-langkah preventif. Menariknya di tengah terpaan pandemi yang membuat pemain sektor pariwisata kalang kabut, Bobobox malahan mendapatkan pendanaan seri A senilai US$11,5 juta atau setara 170 miliar Rupiah di bulan Mei 2020 lalu.

Keberhasilan strategi pivot startup pariwisata tersebut tentunya baru dapat terlihat pada beberapa waktu kedepan. Masa pandemi seperti sekarang juga dapat menjadi peluang bagi startup baru yang hendak menjajal peruntungan membangun startup di sektor pariwisata dengan melihat pola New Normal. Jika kamu sudah punya ide dan siap untuk dieksekusi, kamu perlu membangun tim startup yang solid, salah satunya dapat menggunakan aplikasi Konekzy yang dapat diunduh gratis melalui Google Play Store dan Appstore.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *