Strategi Bisnis

7 Strategi Mengembangkan Bisnis Startup, No.7 Kunci Utamanya!

Salah satu keuntungan menemukan cofounder yang tepat dan bangun startup bersama adalah memiliki visi dan misi yang sama, terutama dalam menentukan strategi mengembangkan bisnis startup. Terlepas dari berapa pun jumlah modal untuk memulai startup, Konekzian bisa tetap sukses dengan merencanakan segala sesuatunya secara matang.

Membangun startup dari ide sederhana namun dibutuhkan adalah salah satu kunci awal agar startup Konekzian bisa bertahan. Namun, apakah bertahan saja sudah cukup? Tentu saja Konekzian memerlukan strategi-strategi efektif seperti berikut agar startup tidak stagnasi tapi justru semakin berkembang.

1. Membangun Tim Startup Yang Kompeten & Solid

strategi bisnis
© pixabay

Agar bisnis startup bisa berkembang, kamu perlu memilih orang-orang kreatif dan kompeten untuk menjadikan mereka bagian dari tim. Tim yang kompeten dan produktif adalah yang solid, mampu bekerjasama dengan baik, mengembangkan perspektif, menganalisa kebutuhan pasar, dan mengambil keputusan secara tepat dan cepat.

2. Memahami Target Pasar dan Mengikuti Perubahan Tren

strategi mengembangkan bisnis startup
© pixabay

Memahami target pasarmu adalah langkah penting untuk strategi mengembangkan bisnis startup. Pada waktu membuat produk startup, kamu pasti telah membuat user persona. User persona yang terdiri dari beberapa tokoh fiksi yang kamu bentuk dari hasil wawancara pasti memiliki perilaku, karakteristik, keinginan dan kebutuhan yang startup-mu bisa penuhi.

Mengetahui apa yang calon konsumen ingin dan butuhkan serta mengikuti tren akan membantumu dalam mengembangkan ide-ide yang sudah terpikirkan. Karena salah satu penyebab bisnis tidak mampu bertahan adalah ketika produk atau jasa yang ditawarkan tidak sesuai tren atau tidak memenuhi apa yang masyarakat suka.

3. Mengenali Kompetitor

strategi startup
© pixabay

Kamu merasa sudah membangun bisnis dengan ide startup unik? Seunik apapun jenis produk atau jasa yang kamu tawarkan, kamu akan selalu memiliki kompetitor atau saingan. Oleh sebab itu, cari tahu siapa saja kompetitormu dan ketahui apa saja kekurangan dan kelebihan mereka.

Kamu bisa mempelajari kompetitormu, baik dengan memantau dari media sosial maupun bertanya langsung kepada konsumenmu. Jika kamu berhasil memperoleh konsumen baru, tanyakan kepada mereka apa produk yang sebelumnya mereka gunakan dan alasan mengapa mereka beralih ke produkmu. Proses analisa kompetitor ini akan membantu startup-mu berkembang, mulai dari ide-ide baru dalam penjualan dan pemasaran, penentuan harga produk, hingga cara pendekatan terhadap konsumen.

4. Mementingkan Konsumen

startup bisnis
© pixabay

Mengikuti tren dan mengembangkan produk startup-mu agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen itu penting, tapi tidak cukup kuat bila tujuanmu ingin bertahan dalam persaingan bisnis. Agar startup-mu berkembang lebih baik, kamu juga sebaiknya fokus terhadap peningkatan pelayanan konsumen.

Pelayanan konsumen yang berkualitas adalah ketika kamu bisa menjaga hubungan baik dengan mereka. Melalui media sosial, kamu dapat mengetahui segala pertanyaan, saran maupun kritik dari konsumenmu. Merespon dengan baik dan ramah saat memberikan solusi atau menjawab pertanyaan konsumen juga merupakan sebuah strategi yang bagus.

5. Menjalin Kemitraan

strategi bisnis startup digital
© pixabay

Salah satu strategi mengembangkan bisnis startup adalah dengan menjalin kemitraan atau kerja sama dengan pihak lain dengan tujuan saling menguntungkan. Pilih mitra yang baik dan tepat, yakni mitra yang memiliki visi dan misi bisnis yang sama dengan kamu. Bahkan bekerjasama dengan kompetitor untuk memenangkan pasar mungkin bisa kamu coba, lho.

6. Mengawasi Pengeluaran Dana

bisnis startup digital
© pixabay

Agar bisnis startup berkembang dengan baik, hindari besar pasak daripada tiang. Biaya operasional startup harus kamu pikirkan, rencanakan dan hitung dengan benar sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Persediaan peralatan serta sumber daya manusia menjadi hal utama yang kamu perhatikan. Lebih dari itu, pastikan bahwa pengeluaranmu setara dengan efisiensi proses bisnis yang tim-mu kerjakan.

7. Berani Gagal

bisnis rintisan
© pixabay

Saat kamu membangun bisnis startup, tentu saja harapan dan bayangan kesuksesanlah yang ada di benakmu. Namun untuk mencapai sebuah kesuksesan, kamu harus siap mengambil berbagai risiko dan berani menghadapi hambatan maupun kegagalan.

Secemerlang apapun ide bisnismu, setinggi apapun kualitas pelayanan konsumen, sekompeten apapun tim-mu, jika kamu mudah pesimis dan menyerah maka startup-mu sulit untuk kamu bawa naik level. Walaupun banyak bisnis startup lain yang dibangun dengan tingkat risiko yang minimal, kamu tidak perlu berkecil hati karena semakin banyak hambatan yang kamu hadapi tentunya akan memperbesar peluang startup-mu lebih berkembang dan maju.

Memang tidak mudah dalam menerapkan beberapa poin strategi mengembangkan bisnis startup diatas, tapi Konekzian jangan patah semangat! Kalau Konekzian ingin belajar ilmu startup lainnya secara lebih lengkap, download aplikasi Konekzy secara gratis di Google Play Store App Store. Tetap semangat membangun startup!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *