Produk

Potensial, Intip 6 Produk dari Startup “Femtech” Berikut Ini!

Konekzian, apakah ada yang sudah tidak asing dengan istilah “femtech“?

Melansir dari Forbes, “femtech” adalah istilah yang digunakan untuk menyebut teknologi, produk, maupun software yang dikembangkan untuk kesehatan perempuan.

Nah, kenapa sih femtech” itu penting?

Femtech” memberikan platform bagi bidang kesehatan perempuan, dan secara tidak langsung memudahkan akses bagi perempuan untuk memantau serta menjaga kesehatan mereka.

Sebuah hasil riset oleh Frost & Sullivan menemukan bahwa “femtech” termasuk bisnis potensial, lho! Bahkan, firma tersebut juga memprediksi jika “femtech” dapat menjadi pasar bernilai $50 miliar hingga tahun 2025 mendatang.

Baik di Indonesia maupun di luar negeri, sudah banyak startup “femtech” dengan ide yang unik dan berhasil mengembangkannya menjadi produk yang menarik. Yuk, kita intip 6 produk dari startup “femtech” berikut ini!

Velmio

produk femtech
©Velmio

Startup “femtech” satu ini berasal dari Tallinn, Estonia. Velmio bergerak di bidang kesehatan perempuan, lebih tepatnya kehamilan. Startup ini menyajikan sistem tracking kesehatan ibu hamil dan bayi mereka, dengan cara menganalisa gaya hidup sang ibu, lho! Mirip-mirip aplikasi gym tracker, ya!

Avrios

female technology
©Avrios

Masih dari Eropa, startup “femtech” ini berasal dari Zurich, Swiss. Avrios menawarkan produk yang cocok untuk Konekzian yang sedang maupun berminat mendirikan startup di bidang persewaan kendaraan, lho! Produk tersebut berupa sistem manajemen kendaraan yang canggih, mulai dari bagian kendaraan mana saja yang perlu diperbaiki, SIM driver, hingga prediksi harga kendaraan jika akan dijual lagi! Avrios juga menyediakan marketplace untuk spare part kendaraan dan lainnya.

Kheiron Medical Technologies

startup indonesia
©Kheiron Medical Technologies

Startup “femtech” asal London, Inggris ini juga bergerak di bidang kesehatan perempuan. Hanya saja, Kheiron khusus menawarkan produk artificial intelligence yang mampu mendeteksi sel kanker payudara yang masih berada di tahap awal. Kheiron bahkan memberikan nama untuk produk AI-nya, lho! Nama produk AI milik Kheiron adalah ‘Mia’.

Sayurbox

female founders
©Sayurbox

Perempuan Indonesia juga nggak kalah inovatif, lho! Startup “femtech” juga mulai berkembang, salah satunya adalah Sayurbox. Sesuai namanya, startup ini menawarkan produk sayur yang berkualitas dari petani dan produsen lokal Indonesia. Sayurbox juga menyediakan layanan antar dengan waktu antar yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan pelanggan.

Woobiz

produk startup indonesia
©Woobiz

Startup “femtech” satu ini juga dari Indonesia. Produk yang ditawarkan Woobiz adalah akses teknologi bagi perempuan Indonesia, supaya mereka bisa memulai usaha mikro. Ada tiga produk andalan Woobiz, yaitu Woobiz.app – social commerce yang merupakan sarana untuk menghubungan ibu rumah tangga dengan berbagai brand ternama, Wooniversity sebagai sarana edukasi para perempuan Indonesia untuk memulai usaha mikro, dan yang terakhir ada Komunitas Woobiz sebagai wadah berbagi pengalaman bagi para pengguna.

Base

female startup
©Base

Kalau startup “femtech” ini bergerak di bidang perawatan kulit atau skin care. Masih dari Indonesia, Base menawarkan berbagai produk kecantikan dan perawatan kulit. Yang membedakan Base dengan produk kecantikan lainnya adalah Base akan menyediakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit dan gaya hidup pelanggan. Sebelum pelanggan dapat membeli produk, Base akan menyediakan layanan Skin Test untuk mengetahui kondisi kulit dan gaya hidup pelanggan. Barulah setelah itu Base akan memilih produk yang terbuat dari bahan-bahan alami yang paling sesuai dengan pelanggan.

Bagaimana, Konekzian? Tertarik terlibat dalam pengembangan startupfemtech“? Kira-kira produk seperti apa nih yang akan kamu tawarkan? Eits, tapi produk bukan satu-satunya tolak ukur penentu kesuksesan startup, lho! Pelajari juga hal-hal penting lainnya dalam membangun startup melalui aplikasi Konekzy. Download gratis Konekzy di Google Play Store App Store. Tetap semangat membangun startup, Konekzian!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *