Pendanaan

Inkubator Atau Akselerator? Ini 3 Perbedaannya

Ide sudah matang, produk pun sudah siap, bahkan mungkin Konekzian sudah memperoleh traction dan revenue. Selanjutnya? Salah satu cara memulai bisnis startup untuk pemula adalah mengembangkan bisnis. Mengembangkan bisnis bisa kamu lakukan dengan mengikuti program inkubasi atau akselerasi.

Walaupun nampak mirip, yaitu sama-sama memfasilitasi startup untuk berkembang, namun program inkubasi dan akselerasi punya perbedaan loh. Lihat dulu perbedaan inkubator dan akselerator supaya bisa memilih program dan rencana yang tepat untuk startup-mu.

1. Fase Startup

perbedaan inkubator dan akselerator
© pixabay

Di fase atau tahap mana startup-mu saat ini berada? Jika startup-mu belum memiliki produk dan baru sekedar punya ide, maka sebaiknya kamu memilih inkubator. Program inkubasi akan membantu untuk menyempurnakan ide, memilih bisnis model yang tepat, sampai membuat produk awal. Inkubator juga biasanya menyediakan coworking space, pendampingan, serta akses pada mentor, komunitas, dan investor startup.

Walaupun sama-sama menyediakan akses pada mentor dan investor startup, akselerator sedikit berbeda dengan inkubator. Akselerator bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis startup. Mengikuti program akselerasi, kamu pun bisa mendapatkan strategi mengembangkan bisnis startup. Jadi, bisa dikatakan bahwa startup-mu harus lebih siap. Konekzian pun bisa lebih dulu mengikuti program inkubasi lalu akselerasi.

2. Seleksi

program inkubasi startup
© pixabay

Perbedaan inkubator dan akselerator selanjutnya adalah dari tahap seleksi. Seleksi berkas untuk program akselerator biasanya lebih ketat. Dilansir dari digination.id, Y Combinator hanya menerima 2% dari berkas yang mereka terima. Sementara itu, akselerator Techstars hanya meloloskan 10 dari 1000 berkas yang masuk. Startup-mu harus sudah punya model bisnis yang jelas sebagai salah satu kriteria pendanaan startup dari investor. Sementara itu, seleksi untuk program inkubasi biasanya tidak seketat akselerasi.

3. Program

program akselerasi startup
© pixabay

Program inkubasi biasanya berselang antara 6-18 bulan. Sementara itu, program akselerasi punya durasi program yang lebih singkat, yaitu hanya beberapa bulan saja. Hal ini karena tujuan dari program akselerasi adalah mempercepat waktu membangun bisnis startup. Selain itu, program akselerasi biasanya punya struktur yang lebih ketat. Berbeda dengan program inkubasi yang fokus pada menciptakan lingkungan untuk menunjang proses pembuatan ide dan produk startup.

Bagaimana? Setelah mengetahui perbedaan inkubator dan akselerator, mana yang akan kamu pilih, Konekzian? Jika Konekzian ingin belajar lebih banyak lagi tentang startup, download aplikasi Konekzy di Google Play Store App Store. Kamu pun bisa bergabung dalam komunitas bersama startup enthusiasts lainnya. Tetap semangat membangun startup!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *