Ide

Membangun Startup Dari Ide Sederhana

Pengen bikin startup. Tapi, belum ada ide.

Sebenarnya dasar dari membangun startup adalah sebuah ide. Kita tidak harus punya ide yang muluk-muluk untuk mengubah dunia. Membangun startup pun bisa dimulai dari ide yang sederhana. Berikut ini tips dari Konekzy untuk Konekzian supaya dapat membangun startup dari ide sederhana.

1. Temukan masalah nyata diluar

ide sederhana startup
©️ unsplash.com

Ide startup tidak datang begitu saja hanya dengan duduk diam dan termenung. Carilah inspirasi diluar! Saat sedang jalan-jalan diluar kantor atau rumah, amatilah sekeliling dan lihatlah ada masalah apa yang perlu diselesaikan. Lebih bagus lagi jika Konekzian dapat pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Ide bisa muncul dari orang-orang disekeliling, produk yang sudah ada, kegiatan atau sistem yang sedang berjalan, dll.

2. Berlatih memikirkan ide setiap hari

Ide bisa ditemukan saat kembali mengeksplorasi ide-ide lama yang terlupakan. Coba luangkan waktu setiap hari dengan menuliskan ide. Jadikan ini sebuah kebiasaan untuk melatih otak berpikir terus menerus sehingga dapat menghasilkan solusi yang tepat untuk masalah-masalah yang sudah ditemukan.

membangun startup dari ide sederhana
©️ unsplash.com

Paul Graham, Co-Founder Y Combinator menyatakan bahwa dengan melatih diri untuk mengidentifikasi ide dapat membuat kita mendapatkan ide startup yang potensial. Kamu dapat membuat list ide dan membaginya ke dalam kelompok-kelompok. Gunakan catatan atau sticky notes dan jika memungkinkan dapat mendiskusikannya dengan partner, mentor, tim, atau orang-orang yang kamu percayai. Hal ini akan lebih memudahkan kamu untuk menemukan ide yang paling sesuai dan bisa dijalankan. Semakin sering melatih otak, semakin mudah menemukan ide yang paling tepat untuk startup yang ingin dibangun.

3. Berikan peringkat pada ide-ide yang sudah kamu kumpulkan

Dari sekian banyak ide yang sudah dikumpulkan, saatnya memilih ide yang paling tepat untuk dijalankan. Konekzian bisa mengurutkan ide dengan cara memberikan peringkat pada masing-masing ide, dimulai dari ide yang dirasa paling baik. Buang ide yang tidak dibutuhkan sampai tersisa beberapa ide saja untuk dibandingkan dan dipilih.

membuat startup
©️ unsplash.com

Untuk memilih ide yang paling tepat, Konekzian bisa mempertimbangkan dari sisi target market, kompetitor, dan perkiraan pendapatan/revenue yang akan diperoleh. Konekzian bisa juga berdiskusi dengan mentor startup yang sudah berpengalaman untuk mendapatkan feedback atas ide tersebut. Ini pentingnya mentor untuk startup agar dapat memberikan pertimbangan untuk merealisasikan ide menjadi sebuah bisnis yang dapat berjalan.

4. Melakukan validasi ide

Setelah menentukan ide yang akan dijalankan, lakukanlah validasi ide dengan cara survei. Lihatlah potensi dari idemu di pasar dan peluangnya untuk berkembang. Semakin banyak Konekzian melakukan riset maka ide Konekzian akan semakin disempurnakan. Dibutuhkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar untuk menguji ide apakah sudah tepat sasaran atau hanya berdasarkan asumsi pribadi saja.

membuat ide startup
©️ unsplash.com

Untuk melakukan validasi ide buatlah daftar pertanyaan sebagai berikut:

  • Validasi masalah: Apakah ada masalah nyata yang bisa diselesaikan?
  • Validasi pasar: Apakah solusi yang kamu buat dapat menarik minat konsumen?
  • Validasi produk: Apakah solusi berupa produk yang kamu buat dapat benar-benar memberikan solusi atas masalah?
  • Validasi keinginan membeli konsumen: Apakah konsumen mau mengeluarkan uang untuk solusi yang kamu tawarkan?

Nah, setelah kamu memiliki ide, mulailah temukan cofounder dan mulai bangun startup bersama. Kamu dapat menemukan cofounder dan tim startup impianmu menggunakan aplikasi Konekzy yang bisa kamu download gratis di Google Play Store dan Appstore.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *