Operasional

Geprek Bensu vs I am Geprek Bensu: Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual Startup

Baru-baru ini mencuat kasus viral perebutan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas merek Geprek Bensu milik artis kondang Ruben Onsu dengan I am Geprek Bensu milik Benny Sujono. Dilansir dari liputan6.com, perseteruan yang sudah dimulai sejak 2018 itu dimenangkan oleh Benny Sujono berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (11/6/2020).

Berkaca dari kasus tersebut, tentu penting sekali untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi sebuah bisnis, tidak terkecuali startup. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Freddy Harris, mendorong startup untuk mendaftarkan kekayaan intelektual. Berdasarkan data startupranking.com tahun 2019, jumlah startup di Indonesia sudah mencapai 2.101 startup, namun masih sedikit yang mendaftarkan HKI. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran startup founder tentang pentingnya HKI masih rendah.

Pentingnya apa sih?

X adalah seorang startup founder. Bersama dengan 2 orang cofounder lainnya, X yang adalah seorang developer membuat situs belajar online. Startup mereka sudah berjalan baik dan lancar selama 6 bulan dengan bootstraping, lalu kemudian salah seorang cofounder, sebut saya Y, memutuskan mundur.

Satu tahun berlalu, betapa terkejutnya X mendapati bahwa Y ternyata membuat situs belajar online dengan merek dan produk yang serupa. Bahkan beberapa pengguna startup X pun pindah ke startup baru buatan Y karena promo-promo yang lebih menarik. Ternyata Y sudah mendapatkan sokongan dana dari investor. X pun menggugat dan meminta pertanggungjawaban Y, tapi usahanya gagal karena Y sudah terlebih dulu mengajukan dan memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Drama? Ya, tapi sangat mungkin terjadi.

hak kekayaan intelektual startup
sumber: freepik.com

Sebagai seorang founder tentunya kita harus bersiap untuk segala kemungkinan. Walaupun kemungkinannya kecil, tapi berjaga-jaga tidak ada salahnya, kan? Berikut ini manfaat saat kamu mendaftarkan startup untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

  1. Melindungi ide dan produk startup supaya tidak ditiru, dijiplak, dan dipasarkan tanpa izin
  2. Melindungi ide dan produk startup dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menggunakannya untuk penipuan dan kepentingan jahat lainnya
  3. Menjaga keaslian ide dan produk startup sehingga lebih dipercaya oleh konsumen dan rekan bisnis

Jenis-Jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Sebelum kamu mulai mendaftarkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk startupmu, ada baiknya kamu mengenal dulu jenis-jenis HKI. Cara pendaftarannya pun sekarang sangat mudah, Konekzian. Kamu bisa mengunjungi dgip.go.id ataupun mengunduh aplikasi Portal DJKI di ponsel pintarmu.

1. Hak Cipta

Hak eksklusif bagi pencipta. Bagi startup digital yang mengembangkan program yang nantinya program itu akan diperbanyak untuk digunakan oleh perusahaan atau startup lainnya, penting untuk mendaftarkan hak cipta. Konekzian bisa lihat disini untuk ciptaan apa saja yang dilindungi dan cara mendaftarkannya.

2. Desain Industri

Kreasi berbentuk dua atau tiga dimensi estetis untuk menghasilkan produk, contohnya desain packaging produk atau UI/UX pada startup digital. Penjelasan lengkap bisa dilihat disini.

3. Merek

Tanda grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna dalam bentuk 2 atau 3 dimensi sebagai pembeda dengan bisnis lainnya. Kamu bisa baca secara lengkap disini. Contohnya, logo serta nama Tokopedia, logo serta nama Konekzy, dan logo serta nama startupmu.

mendaftarkan hak kekayaan intelektual startup
sumber: freepik.com

4. Paten

Paten adalah hak eksklusif inventor atas inovasi di bidang teknologi. Paten diberikan selama 20 tahun dan paten sederhana berlaku selama 10 tahun. Paten fokus pada pemecahan suatu masalah yang spesifik di bidang teknologi, bisa dari segi produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. Contohnya, algoritma aplikasi, produk Internet of Things (IoT). Jika kamu membuat inovasi teknologi apalagi sudah memiliki traction dan revenue, jangan lupa untuk mendaftarkan paten disini.

5. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST)

Jika startupmu bergerak di usaha-usaha bidang elektronik, kamu perlu melindungi produkmu dari pembajakan. Contohnya menciptakan device atau gadget khusus, tidak ada salahnya untuk mendaftarkan paten dan desain tata letak sirkuit terpadu sekaligus. Caranya dapat kamu baca disini.

6. Rahasia Dagang

Informasi rahasia yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi atau bisnis. Contohnya resep ayam KFC (Kentucky Fried Chicken), source code aplikasi, metode bisnis, dll. Cara untuk mendaftarkannya bisa kamu lihat disini.

Daftar yang mana dulu?

Tentunya Konekzian harus siap dengan biaya untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini. Lalu, sebaiknya daftar yang mana dulu? Jawabannya adalah disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan startup. Jika kamu masih memiliki budget terbatas, tidak ada salahnya untuk mendaftarkan merek startupmu terlebih dulu.

Nah, jika kamu ingin belajar tentang startup dari awal sampai pendanaan, kamu bisa unduh gratis aplikasi Konekzy di Google Play Store dan App Store. Selain bisa belajar tentang startup dari artikel dan komunitas, kamu juga bisa mendapatkan ilmu yang berguna buat startup melalui Buku Ajaib Konekzy.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *