Pendanaan

7 Biaya Operasional Startup Kamu Perlu Rencanakan, No.5 Sering Jadi Momok!

Bagi Konekzian yang sudah mengantongi ide startup unik paling potensial, jangan lupa bahwa biaya operasional startup juga harus Konekzian siapkan agar bisnis bisa berjalan. Biaya operasional startup sendiri adalah pengeluaran biaya yang Konekzian perlu tanggung saat menjalankan sebuah bisnis.

Biaya operasional startup secara umum meliputi 2 jenis pengeluaran, yaitu pengeluaran awal dan pengeluaran sesuai kebutuhan bisnis ketika nantinya startup Konekzian sudah mulai jalan. Meskipun para founder dan co-founder startup memiliki prioritas biaya operasional yang berbeda-beda, Konekzian tetap perlu tahu biaya apa saja yang perlu Konekzian rencanakan.

1. Sumber Daya Manusia

sumber daya manusia startup
© pixabay

Biaya operasional startup yang pertama dapat kamu fokuskan pada sumber daya manusia. Karena dalam membangun sebuah startup, peran paling penting adalah sumber daya manusianya. Sekalipun startup-mu hanya terdiri dari founder dan co-founder yang dibayar dengan ekuitas, tetap akan ada pengeluaran lain yang kamu perlu hitung, termasuk biaya makan. Hitungan pembayaran sumber daya manusia ini bisa kamu lakukan setidaknya untuk jangka waktu 1 tahun bekerja dengan mengambil anggaran dari tabungan.

2. Peralatan Bisnis

biaya operasional startup
© pixabay

Untuk menjalankan startup-mu, kamu akan memerlukan berbagai perangkat yang memudahkan aktivitas bisnis. Kamu berencana membangun bisnis rumah makan? Kalau begitu, peralatan bisnis yang perlu kamu siapkan adalah meja, kursi, mesin pembuat makanan, peralatan dapur, dan peralatan makan (mangkuk, piring, sendok, garpu, gelas dan/atau cangkir). Kamu ingin mendirikan bisnis online? Maka kamu membutuhkan komputer atau laptop, internet, alat pembayaran, kertas, pulpen, dan lainnya yang kiranya bisa membantu berjalannya usahamu.

3. Ruang Kantor

kantor startup
© pixabay

Ketika kamu membangun tim startup (https://konekzy.com/tips-membangun-tim-startup-yang-tepat/), tentu kamu membutuhkan ruang kantor untuk bekerja bersama tim-mu. Dan agar kamu bisa tahu biaya sewa ruang kantor, sebaiknya tentukan lebih dulu ukuran kantor yang kamu inginkan. Karena biasanya, biaya sewa tergantung pada besar kecilnya ruangan. Kamu bisa mempertimbangkan juga memakai coworking space untuk ruang kantor. Bisa juga hanya virtual office dan aktivitas pekerjaan dilakukan secara remote.

4. Perabotan Kantor

peralatan kantor untuk startup
© pixabay

Setelah memiliki ruang kantor, tentu kamu perlu mengisinya dengan perabotan sesuai kebutuhan bisnis. Biaya operasional berikutnya yang perlu kamu hitung adalah pengeluaran untuk meja, kursi, komputer, telepon, kertas, printer, hingga lemari untuk menyimpan dokumen. Seiring berkembangnya startup-mu, kamu bisa meningkatkan biaya kebutuhan furnitur untuk kantor, seperti menggunakan perabot dengan merek dan kualitas yang lebih bagus.

5. Pajak

pajak startup
© pixabay

Bila ingin berbisnis, perpajakan adalah salah satu bagian dari biaya operasional startup yang kamu perlu pahami. Pengeluaran untuk pajak selalu tidak sedikit, maka hal ini kerap menjadi momok bagi para pengusaha. Untuk pengusaha startup, tidak perlu takut terhadap pajak asalkan setidaknya kamu bisa bekerja sama dengan akuntan sekitar 1 tahun.

Karena keuntungan yang kamu peroleh masih sedikit saat menjalankan bisnis startup, kamu dan tim harus bersiap menanggung utang pajak. Namun dengan bantuan akuntan, tagihan pajak bisa kamu turunkan tanpa melalaikan pembayaran pajak yang seharusnya.

6. Bunga Pinjaman

biaya startup
© pixabay

Bila kamu memutuskan untuk mengambil pinjaman sebagai sumber pendanaan startup-mu (https://konekzy.com/sumber-pendanaan-startup/), maka biaya operasional startup yang jangan sampai kamu lupakan adalah bunga pinjaman. Jenis pinjaman yang kamu ambil menentukan besar kecilnya bunga. Jadi sebelum benar-benar mengambil pinjaman, pertimbangkan dan hitung dengan baik keseluruhan dana yang akan kamu pinjam. Kamu perlu tetap waspada karena seringkali pembayaran bunga pinjaman bisa di luar dugaan.

7. Marketing

biaya marketing startup
© pixabay

Supaya masyarakat mengenal bisnismu, kamu membutuhkan strategi marketing yang tepat dan matang. Untuk pengusaha startup, biasanya pengeluaran biaya untuk marketing justru tidak dianjurkan. Kalaupun kamu ingin memasarkan produk startup-mu melalui spanduk, kartu nama, situs web, atau perlengkapan marketing lainnya, biaya yang kamu keluarkan sebaiknya tidak sampai 10% dari anggaran startup. Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang, strategi content marketing startup (https://konekzy.com/strategi-content-marketing-startup/) dengan media sosial akan menekan biaya marketing sekaligus memasarkan produkmu secara tepat sasaran.

Nah Konekzian, dengan menghitung rinci perencanaan biaya operasional startup, apapun ide startup di masa resesi (https://konekzy.com/strategi-content-marketing-startup/) yang kamu realisasikan akan berpotensi berkembang dengan baik. Konekzian tertarik belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana membangun startup? Download gratis aplikasi Konekzy di Google Play Store dan App Store. Tetap semangat membangun startup!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *