Marketing

Apa itu AARRR? Metric Penting Untuk Pertumbuhan Startup

Mungkin salah satu resolusi 2021-mu sebagai startup founder adalah meningkatkan pertumbuhan startup-mu. Salah satu caranya adalah mengukur pertumbuhan startup menggunakan AARRR Framework – salah satu metric penting dalam marketing startup. Apa itu AARRR untuk startup?

aarrr
© konekzy

Pirate Funnel atau AARRR Framework diperkenalkan oleh Dave McClure – venture capitalist, angel investor, dan founder dari 500 startup tahun 2007. Dalam perkembangannya, AARRR menjadi AAARRR dengan penambahan Awareness sebelum Acquisition. Selain bisa mengukur pertumbuhan startup, framework AARRR juga akan memudahkan untuk membuat dan mengevaluasi marketing funnel startup.

Acquisition

pirate funnel metric
© konekzy

Tahap pertama dari pirate funnel adalah Acquisition – berapa orang yang berkunjung ke platform startup-mu (website, aplikasi, dll). Sebelum Acquisition, kita bisa juga menambahkan satu tahap lagi, yaitu Awareness – berapa banyak orang yang dijangkau sebelum berkunjung ke platform.

Untuk memaksimalkan acquisition process, kamu dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti: channel mana yang mendatangkan trafic paling tinggi dan channel mana yang punya CAC (Customer Acquisition Cost) paling rendah. Kamu juga bisa memaksimalkan prosesnya dengan strategi content marketing atau strategi creative marketing untuk startup.

Activation

marketing startup
© konekzy

Tahap selanjutnya adalah Activation – berapa orang yang melakukan aktivasi (dapat kamu tentukan sendiri: misalnya melakukan registrasi di aplikasi/website, mengisi data, membeli produk, dll). Pada tahap ini, customer sudah mulai memakai produkmu, artinya ada ketertarikan awal.

Retention

marketing funnel startup
© konekzy

Setelah memiliki ketertarikan awal untuk produkmu, selanjutnya customer akan melakukan Retention – kembali mengulangi aktivasi yang sudah kamu tetapkan. Cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan retention adalah dengan memberikan update lewat email newsletter atau social media.

Revenue

aarrr untuk startup
© konekzy

Setelah melewati 3 tahap diatas, startup-mu pun mulai mendapatkan Revenue – berapa orang yang mulai membayar / membeli (pada beberapa startup, revenue dapat juga berupa traction). Kamu harus menghitung CLV (Customer Lifetime Value) yaitu jumlah revenue yang kamu dapatkan selama mereka menjadi customer startup-mu. Setelah itu bandingkan dengan CAC (Customer Acquisition Cost) yaitu biaya untuk melakukan semua aktivitas akuisisi. Standar yang baik adalah CLV:CAC = 3:1. Jika belum mencapat standar, kamu bisa melakukan evaluasi dan melakukan strategi growth hacking startup.

Referal

aaarrr untuk startup
© konekzy

Tahap terakhir adalah Referal – berapa orang yang merekomendasikan bisnismu pada circle mereka. Hampir sama dengan acquisition, bedanya adalah referal dilakukan oleh customer-mu. Beberapa cara untuk meningkatkan referal adalah dengan mengadakan kontes/giveaway/event di sosial media dan terus menjaga engagement (interaksi) dengan customer.

Dalam menggunakan AARRR Framework, kamu juga harus melihat pada bisnis model startup-mu. Selain itu kamu juga harus melihat dari tahapan startup. Beda bisnis model dan tahapan startup tentunya juga akan membedakan caramu mengadopsi AARRR Framework ini.

Nah, bagaimana Konekzian? Sudah siap menggunakan AARRR Framework untuk mengukur pertumbuhan startup-mu? Kamu bisa belajar tentang tips & trick meningkatkan pertumbuhan startup di Aplikasi Konekzy. Aplikasi Konekzy menyediakan beragam resources untuk membantumu, mulai dari playbook, video, podcast, dan artikel. Download gratis Konekzy di Google Play Store App Store. Tetap semangat membangun startup!

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *