Strategi Bisnis

6 Bisnis Model Startup Paling Populer

Semua startup sukses memiliki satu ciri khas, yaitu bisnis model yang tepat. Seorang founder dapat membangun startup dari ide sederhana, tapi harus memikirkan dengan seksama cara agar startup yang dibangunnya tidak berhenti di tengah jalan dengan cara mendapatkan profit. Diantara sekian banyak bisnis model, Konekzian bisa menjadikan 6 bisnis model startup paling populer ini sebagai referensi.

1. Freemium

Konekzian pemakai LinkedIn? LinkedIn adalah contoh sukses yang memakai freemium sebagai bisnis modelnya dengan memberikan layanan gratis untuk user berbagi profil dan layanan premium untuk menghubungkan pencari dan penyedia kerja. Konekzian bisa menerapkan freemium dengan membatasi fitur dan layanan yang ditawarkan. Bisnis model ini cukup populer karena dapat langsung menjadi strategi marketing. Contoh: Urbanhire, Flickr, Tinder, Dropbox.

6 bisnis model startup paling populer
sumber: unsplash.com

Tips Konekzy:

  • Berikan free trial atau masa uji coba gratis di awal peluncuran produk. Uji coba gratis akan memunculkan keterikatan dengan user sebelum user mempertimbangkan akan membeli layanan yang ditawarkan atau tidak.
  • Selalu lakukan riset untuk fitur-fitur layanan yang ditawarkan. Jangan sampai user tidak tertarik untuk upgrade layanan karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi.

2. Subscription

Startupmu menyediakan konten-konten menarik? Coba pakai bisnis model ini. Bisnis model subscription atau berlangganan memasang tarif secara periodik kepada user untuk mendapatkan produk, seperti e-book, e-magazine, musik streaming, dan film. Contoh: Netflix, Spotify, VIU.

subscription business model
sumber: unsplash.com

Tips Konekzy: 

  • Berikan penawaran yang bersaing dan berbeda dari produk dan layanan sejenis yang ditawarkan kompetitor.
  • Selalu berikan konten yang baru dan menarik agar user premium yang sudah berlangganan tidak hanya menggunakan layanan sesekali dan melupakan keanggotaan mereka pada produk layanan yang kamu tawarkan.

3. On-Demand

Startup yang menggunakan bisnis model ini sangat viral di Indonesia. Dengan tujuan untuk menjawab kebutuhan pasar yang tidak akan pernah habis, bisnis model ini dinilai sangat menguntungkan. Cara mendapatkan profitnya adalah dengan memperoleh keuntungan dari setiap transaksi. Contoh: Gojek, Grab, Seekmi.

6 bisnis model startup paling populer
sumber: pixabay.com

Tips Konekzy:

Walaupun menjawab kebutuhan pasar dan layanannya pasti akan digunakan, variasi dalam mengembangkan produk sangat penting untuk menjadi daya saing tersendiri dengan kompetitor.

4. Marketplace

Konekzian pasti sudah tidak asing dengan bisnis model ini. Jika kamu tertarik menggunakan bisnis model marketplace, sediakan tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Keuntungan kamu dapatkan dari keuntungan biaya tiap transaksi atau biaya iklan dari penjual. Contoh: Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, AirBNB, Amazon.

bisnis model marketplace
sumber: pixabay.com

Tips Konekzy:

Buat suatu inovasi produk dan layanan yang berbeda mengingat banyaknya pemain besar yang sudah menggunakan bisnis model ini.

5. Reverse Auction

Reverse auction juga menyediakan sebuah ekosistem bisnis untuk penjual dan pembeli, sama seperti marketplace. Perbedaannya terletak pada peran pembeli. Pembeli dapat sekaligus berperan sebagai penjual dengan memasang tarif harga (sistem lelang). Contoh: eBay, Priceline.

bisnis model startup
sumber: pixabay.com

Tips Konekzy:

Temukan sebuah niche produk yang unik untuk ditawarkan, mengingat banyaknya pemain besar yang sudah menggunakan bisnis model ini.

6. Software as a Service (SaaS)

Model bisnis ini menawarkan jasa persewaan perangkat lunak yang biasanya digunakan oleh para pengusaha. Biaya langganan periodik menjadi sumber pendapatan startup yang menggunakan bisnis model ini. Contoh: Kata.ai. talkabot.id.

saas business model
sumber: pixabay.com

Tips Konekzy:

Bisnis model ini relatif belum banyak pesaing, namun Konekzian harus jeli melihat kebutuhan dari calon partner bisnis. Lakukan jemput bola dan edukasi supaya calon partner menyadari kebutuhan akan produk dan layanan yang kamu tawarkan.

Dari 6 bisnis model startup paling populer diatas, manakah yang terbaik? Manakah yang paling tepat untuk diimplementasikan?

6 bisnis model startup paling populer
sumber: unsplash.com

Semuanya kembali lagi kepada solusi dari masalah yang kamu tawarkan. Jangan mencari bisnis model hanya untuk profit, tapi carilah bisnis model mana yang dapat memberikan solusi dan menjawab masalah dari target user/konsumen startupmu.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *